Kamis, 18 April 2013

CINTA BERTEPUK SEBELAH TANGAN


Kisah ini berawal ketika aku masuk disalah satu sekolah swasta di jepara, aku sangat senang karena bisa meneruskan sekolah meskipun di sekolah swasta, bagaimanapun aku bersyukur karena tuhan masih memberikan ku kesempatan untuk sekolah, aku juga berterimakasih kepada ibu ku karena beliau telah menyekolahkanku sampai lulus madarasah aliah, rasa ingin sekolah lagi pasti ada tapi apa boleh buat, biaya masuk ke universitas tidak semurah harga 100 mangkok bakso. Wahai kawan semangatlah dalam belajar sebelum engkau menyesal (aku sambung lagi ceritanya), dicerita ini aku sebagai heru. 


Hari pertama aku masuk sekolah sangat amat semangat karena bisa bertemu dengan sahabat-sahabat baru dan pastinya guru-guru baru. waktu kelas X MA aku belum begitu tertarik untuk berpacaran atau bahkan tertarik dengan temen cewek disekolahku, aku emang berbeda dengan teman-teman yang lain, kebanyakan temen-temen cowok pada waktu istirahat pasti pada suka ngobrol atau godain temen-temen cewek, tapi kalo aku hanya pergi cari kesibukan lain, waktu berlalu dan kini aku kelas XI MA, kali ini aku mulai tertarik dengan temen sekelas aku yang bernama (…..) aku emang cinta mati ama dia bahkan sering kali aku curi-curi pandang waktu dia ngobrol ama temen-temenya, entah apa yang membuatku sangat mencintainya bahkan belum pernah aku mencintai cewek sedalam ini, kadang aku bertanya kepada diri sendiri: “apakah ini yang dinamakan cinta” sungguh bukan main rasa cinta ini, setiap detik,menit bahkan setiap hembusan nafasku selalu memikirkan dia, keesokan harinya aku sudah tidak kuat dengan rasa cinta yang ada dalam hati ku ini hingga pada akhirnya aku curhat dengan temen dekatku yang juga satu kelas ama aku, hatiku rasanya lega karena udah curhat ama temenku itu dan dia nyaranin aku untuk mencoba mendekatinya, seiring waktu berjalan aku memberanikan diri untuk mendekatinya dan ternyata usahaku itu tidak sia –sia, dia tidak memperlihatkan suatu penolakan ketika aku mulai mendekatinya, bahkan dia seperti memberiku harapan, hari berikutnya aku ama dia udah mulai dekat dan mulai akrab, bahkan saking akrabnya aku ama dia, temen-temen mengira aku dan dia udah pacaran.


Keesokan harinya ada temen aku yang penasaran banget dengan hubungan aku ama (…..)


“Her,, apa emang bener kamu udah pacaran ama (……)” Tanya tmen aku yang penasaran


“siapa yang pacaran,, ngawur aja kamu, emang kata siapa kalo aku udah berpacaran ama (…..)???”


“aku denger dari temen-temen, tapi kok kamu perhatianya gitu banget ama si (….)”


“masak sih,, kayaknya biasa aja perhatian ku ama (….)”


“tapi bener lho,,, perhatian kamu itu melebihi orang yang sedang pacaran”






Ternyata gossip itu menyebar luas di sekolah bahkan para dewan guru juga mendengar gossip itu, dan akhirnya dia baru tahu kalau digosipkan ama aku, setelah mendengar gossip itu dia berubah drastis, dia berusaha menjauh dari ku tanpa ada penjelasan yang jelas, sms ku pun jarang di bales, bahkan kalo aku nelp jarang diangkat, paling kalau diangkat hanya bicara sebentar trus alasanya sibuk, aku makin penasaran dengan sifatnya yang sekarang, bahkan sekarang ini sms ku tak pernah dia bales dan telp ku tidak pernah diangkat, aku makin bingung dengan dia, trus pada akhirnya aku sms dia 


“kamu kenapa kok sepertinya menjauh dari aku??” eh ternyata smsm ku di bales


“perasaan kamu aja” trus dia aku sms lagi


“sebenarnya kmu kenapa sih,,?? Apa aku punya salah??? Atau kamu emang mau menjauh dari aku??”






Selama 24 jam sms ku ndak di bales, 3 hari berikutnya dia sms puanjang banget ke aku, sebelum aku melihat isi smsnya, aku sangat girang sekali karena dia sms aku tapi ternyata sms itu sangat amat membuat aku sedih, isi smsnya seperti ini: “kamu tidak usah mengharapkan aku lagi, aku tau kalo kamu mencintai aku tapi aku tidak mencintai kamu, cinta itu tidak bisa dipaksa, jadi kamu cari yang lain aja, dan aku minta maaf kalo selama ini aku seperti memberikan harapan ke kamu, tapi sebenarnya itu tidak, aku hanya menjaga persaan kamu aja, maaf aku harus berkata jujur, karena semakin lama aku tidak jujur maka akan membuat kamu semakin mengharapkanku, tapi aku masih ingin kita bersahabat”


Ternyata Selama ini aku hanya beranggapan bahwa dia juga mencintaiku dan harusnya aku sadar bahwa siapa diri ini, betapa sakit hati ini melebihi sayatan pedang sayyidina umar, rasa cinta yang teramat dalam kini kandas dan hancur berantakan, ketika diriku sedang patah hati, aku sempat protes ama tuhan: “oh Tuhan,, mengapa engkau memberiku rasa cinta yang teramat dalam untuknya tapi akhirnya engkau patahkan dan hancurkan hati ini?? Engkau maha penyayang dan maha adil, tapi dimana letak keadilan dan sayang-MU”


Beberapa hari kemudian aku baru sadar tenyata protes ku selama ini salah besar, ternyata tuhan memang menyayangiku bahkan melebihi rasa sayangku kepada-NYA, banyak hikmah yang bisa aku ambil dari peristiwa ini, Tuhan memberiku rasa patah hati agar aku lebih bisa mengerti tentang HAKIKAT CINTA, agar aku tidak membuat seseorang patah hati seperti yang ku rasakan, agar aku lebih bisa menjaga hati dan agar aku bisa menerima sebuah keputusan dengan lapang dada, aku sangat merasa bersalah kepada tuhan karena aku pernah memprotes-NYA, setelah tersadar aku langsung bersujud kepada tuhan memohon ampun atas protesanku selama ini, kalo kata bang ali: ada rahasia dibalik rahasia” 


Hari berikutnya aku berusaha tuk menjalani hari-hari tanpa bayang-bayang dia tapi ternyata sulit, semakin aku berusaha tuk melupakanya maka semakin sulit untuk melupakanya, belum sampai disini perjuanganku untuk melupakanya, berbagai carapun ku lakukan hingga pada akhirnya aku berusaha tuk membencinya agar rasaku bisa hilang, tapi usahaku ini pun sia-sia, tepat pada waktu malam hari ku ambil handphonku lalu ku cari nomer temen dekatku yang siap mendengarkan curhatku dengan harapan temenku ini bisa memberikan aku saran atau solusi, usahaku ternyata tidak sia-sia nelpon temenku tengah malem, dia ngasih saran agar aku mencintai orang lain, katanya dia dulu pernah mengalami hal yang sama seperti aku trus katanya manjur, ya udah lalu aku kerjain saran dari temenku itu.


Seiring waktu berlalu tepat pada resepsi pernikahan tetenggaku ada cewek cantik, langsung aku berusaha tuk mendekatinya lalu kita berkenalan 


“hay,, boleh kenalan ndak??” 


“boleh,,,”


“nama aku heru, kalo nama kamu siapa??”


“nama aku juminten, panggil aja intan” (nama tidak sebenarnya)






60menit tak terasa ternyata aku ama intan masih ngobrol, ditengah asyiknya ngobrol dia dipanggil ibunya dan untung sebelum dia pergi aku udah tukeran “phone number” ama dia, hari-hari berikutnya kita telpun-telpunan trus pada akhirnya aku ingin menembak dia dengan harapan dia mau nerima aku, eh ternyata sebelum aku ngomong dia udah ngomong kalo dia suka ama aku dan dia pengen jadi pacar aku dan resmilah kita berpacaran, ditengah perjlanan cinta kami ternyata bayang (…..) mampir dalam benak ku, aku tersadar bahwa aku mencintai intan hanya untuk melupakan (….), aku bersalah besar ama intan, dia hanya sebagai pelarian ku untuk move on dari (…), entah kebetulan atau bagaimana waktu itu aku ingin meminta maaf ama intan atas perasaanku selama ini, tapi aku akan berusaha untuk mecintainya dengan sepenuh hati, belum sampai kerumahnya, dia menelpon ku dan minta putus sekarang itu juga dengan alas an kalo dia sedang didekati cowok yang lebih cakep dariku, alhamdulillah,,, akhirnya aku tidak membuat intan sakit hati, setelah aku putus dengan intan, fikiranku ndak karuan, bayang-bayang (…..) selalu datang dalam fikiran ku.


Tahun kelulusan /perpisahan sudah tiba dan angkatanku pada tahun itu lulus 100%, betapa bahagianya kami dengan kelulusan itu, untuk merayakan kelulusan itu temen-temen pada ke pantai, emang sih waktu itu aku ndak ikut karena waktu itu tidak ada motor. Setelah kelulusan itu, aku dan (…..)tidak pernah bertemu lagi, ketemu paling dijalan itu pun karena sama-sama lewat.


**** ****


Setengah tahun kemudian dia mengirimkan surat undangan pesta pernikahannya, ouwhhhhhhhh… sedih pasti ada tapi juga bahagia karena dia menemukan pendamping hidupnya, dan semoga rasa cinta calon suaminya itu melebihi rasa cintaku padanya, di pesta pernikahannya aku datang bersama temen temen yang laen, sebenarnya gua males datang tapi mau bagaimana lagi, masak di harinya penuh kebahagiaan itu aku tak datang. Sampai detik saya menulis cerpen ini, rasaku ama (….) masih sama seperti dulu, kini cintaku hanya cinta dalam hati, ternyata cinta tak harus memiliki da kini aku masih dalam fase menemukan cinta

 
Ditulis oleh: HERU SUSANTO Alumni angkatan 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar